Desa Wisata Orahili Fau

 


Desa Wisata Orahili Fau adalah desa adat tertua di Kabupaten Nias Selatan yang menawarkan wisata sejarah, budaya, dan alam. Desa ini terkenal dengan peninggalan sejarah perlawanan terhadap Belanda, atraksi budaya seperti Lompat Batu (Hombo Batu) dan Tari Perang (Maluaya), serta keindahan alam pesisir pantai selatan Pulau Nias. Desa ini juga memiliki daya tarik berupa rumah adat tradisional dan potensi kerajinan tangan. 

Sejarah dan Budaya

Desa Adat Tertua: Merupakan salah satu desa adat tertua dan pernah menjadi benteng terakhir melawan penjajahan Belanda di Nias Selatan.

Peninggalan Sejarah: Terdapat rumah adat tradisional, batu megalit, dan situs sejarah lainnya.

Atraksi Budaya:

Lompat Batu (Hombo Batu): Atraksi tradisi melompati tumpukan batu setinggi sekitar 2 meter.



Tari Perang (Maluaya): Tarian khas dan unik yang menceritakan kegagahan prajurit Orahili Fau.



Hoho: Tradisi lisan (nyanyian) yang menceritakan sejarah atau kisah.




Fame Afo: Sebuah ritual dan tarian tradisional untuk menyambut tamu agung, yang dibawakan oleh laki-laki dan perempuan.


Sejarah dan Keunikan

Benteng pertahanan: Desa ini merupakan salah satu benteng terakhir di Kepulauan Nias yang gigih melawan penjajahan Belanda.

Arsitektur unik: Desa ini memiliki banyak tangga di sepanjang jalan desanya, sesuai dengan namanya yang berarti "bukit bertangga".

Peninggalan sejarah: Terdapat peninggalan sejarah seperti rumah adat tradisional dan rumah megalit yang masih terjaga. 











Komentar